Tampilkan postingan dengan label Green Iguana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Iguana. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Green Iguana (Iguana iguana)

Baby
Juvenile




Aged







Scientific classification
Kingdom : Animalia
Phylum  : Chordata
Class : Reptillia
Order   : Squamata
Family   : Iguanidae
Genus : Iguana
Species   : I. iguana

Inexperienced, or widespread, iguanas are among the many largest lizards in the Americas, averaging round 6.5 feet (2 meters) long and weighing about eleven pounds (5 kilograms).

They are also among the many most popular reptile pets in the United States, regardless of being fairly tough to take care of properly. The truth is, most captive iguanas die throughout the first 12 months, and many are either turned free by their house owners or given to reptile rescue groups.

The green iguana’s extensive vary contains the rain forests of northern Mexico, Central America, the Caribbean Islands, and southern Brazil. They spend most of their lives within the cover, descending only occasionally to mate, lay eggs, or change trees.

Primarily herbivores, iguanas are lively throughout the day, feeding on leaves, flowers, and fruit. They generally dwell near water and are glorious swimmers. If threatened, they'll leap from a department, often from nice heights, and escape with a splash to the water below. They are additionally powerful enough to land on strong floor from as high as 40 ft (12 meters) and survive.

Iguanas' stout build offers them a clumsy look, but they are fast and agile on land. They've robust jaws with razor-sharp teeth and sharp tails, which make up half their physique size and can be utilized as whips to drive off predators. They'll also detach their tails if caught and will develop one other with out everlasting damage.

Other members of the iguana household include the Fiji Island banded iguana, the desert iguana, and the Galápagos Islands marine iguana. Their appearance, conduct, and endangered standing vary from species to species.

Selasa, 25 Januari 2011

Stifler - Green iguana

Sesudah lama vakum memelihara binatang gara - gara sma tinggal di asrama, entah kesambet setan mana, saya mulai memelihara hewan lagi. Sebenarnya setannya tuh teman saya yang namanya tidak dapat disebutkan di forum ini (jadi bagi yang merasa saya minta maaf, hahaha). Jadi dia cerita nih kalo dia punya peliharaan burung hantu. Seru banget ceritanya, yang tentang pertama belinya, tentang gimana makannya, tentang gimana tuh burung hantu tambah besar dan mulai bisa lompat - lompat sana - sini, sampai cerita kalo si burung hantu tuh tewas (R.I.P). Kasian banget tewasnya gara -gara mamanya temen saya mandiin tuh burung hantu. Kata mamanya sih tuh burung bau banget jadinya dimandiin, pakek shampoo pula, hahaha. Alhasil tuh burung hantu mati kedinginan, ckckck. Setelah tuh burung hantu mati, dia gak mau lagi pelihara burung hantu, katanya bawa sial. Awal baru beli tuh burung hantu, lebih tepatnya habis pulang dari pasar hewan, dia langsung nabrakin mobil ke pagar tetangganya. Entah karena emang sial, atau teman saya yang gak bisa bawa mobil. Akhirnya dia dimarahin bokapnya dan disuruh benerin tuh pagar tetangganya yang hancur total, jadi kuli bangunan dia, hahaha.

Cerita punya cerita, kami bertiga, ama temen saya satu lagi, pun pergi ke pasar hewan, awalnya sih niatnya pengen liat - liat doang. Eh sampai disana kami malah beli banyak (emang dah kalo udah sampek pasar hewan pasti jadi pengen beli, makanya kalo pergi kesana, mending gak usah bawa duit, soalnya rasa pengen beli tuh gak bisa dibendung, hahaha). Kami beli ikan lele, mas, dan nila. rencananya sih tuh ikan mw kami taruh di kolam di kosan saya( yang akhirnya mati semua, tinggal seekor lele doang, ckckck). Pada saat di pasar hewan aku melihat iguana. Dan rasa pengen beli tuh iguana pun g bisa dibendung. Sampek saya bela - belain minjam duit sama temen saya, hahaha. Iguana itu pun aku kasih nama Stifler, hehe. Setelah sampai di rumah, Stifler aku taruh di sebuah etalase kaca yang diisi beberapa batang pohon buat dia nangkring. Karena Stifler masih tergolong baby (kalo gak salah umurnya belum sampai 1 bulan), dia suka stress dan makannya sedikit. Dia masih belum mau dipegang, kalo dipegang berontak mulu, trus suka lari - lari pula kalau di lepas di dalam kamar. Stifler aku kasih makan sawi atau kangkung (bergantian). 





Selang sebulan stifler mulai sakit. Dia kelihatan lemas dan gak mau makan. Lalu saya bawa tuh stifler ke dokter hewan. Setelah diperiksa, stifler dikasih obat. Dan dokternya pun bilang kalo stifler terlalu baby, jadi emang riskan dalam memeliharanya. Selang 2 hari Stifler pun tewas (R.I.P). Hal ini merupakan pengalaman pertama saya dalam memelihara hewan setelah vakum sekian tahun. Stifler mati disebabkan oleh beberapa hal, saya yang belum cukup punya pengalaman dan pengetahuan dalam memelihara binatang, umurnya yang terlalu baby, dan satu hal yang pasti, jangan jadikan akuarium atau etalase menjadi kandangnya, karena iguana suka menubruk kaca tersebut untuk keluar. Alangkah lebih baiknya jadikan tempat yang tidak transparan untuk kandangnya. Atau lepas saja dia di sekitar anda, akan tetapi harus diawasi agar tidak kabur. Setelah saya memelihara stifler, saya mendapatkan banyak ilmu dalam memelihara iguana. Saya yakin next time saya akan memelihara iguana lagi dan iguana tersebut tidak akan mati sampai umur 10 tahun lebih, amin, hahaha.

Maaf pada kesempatan ini tidak bisa menampilkan fotonya karena sudah hilang arsipnya. Kalau anda penasaran dengan gambarnya, klik ini dan lihat yang ukuran baby.

 
Powered by Blogger | Printable Coupons